12 Kuliner Khas Jawa Tengah yang Terkenal dengan Cita Rasa yang Lezat

Mengunjungi sebuah tempat rasanya belum sempurna tanpa mengeksplorasi kuliner khas dari tempat tersebut. Pembahasan tentang kuliner memang tak ada habisnya.

Jawa Tengah terkenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner dengan aneka ragam makanan khas yang menggugah selera.

Jika kamu berencana mengunjungi Jawa Tengah, kuliner apa yang ingin kamu cicipi? Atau mungkin kamu sudah pernah mencicipinya sebelumnya?

Kalau belum, ayo simpan informasi dari artikel ini sebagai referensi kuliner yang bisa kamu jelajahi saat berkunjung ke Jawa Tengah. Inilah beberapa Kuliner Khas di Jawa Tengah yang harus kamu coba.

Auto Draft

1. Tahu Gimbal

Kuliner khas Jawa Tengah yang harus dicoba salah satunya adalah tahu gimbal. Tahu Gimbal, yang merupakan makanan khas dari Semarang, sangat terkenal dengan rasa uniknya.

Meskipun disebut tahu gimbal, kuliner ini juga berisi komponen lain, seperti irisan kol mentah, tauge, telur, lontong, dan gimbal itu sendiri. Gimbal merupakan makanan yang terbuat dari udang yang dibalut tepung dan digoreng hingga gurih.

Tahu gimbal ini pada pandangan pertama mungkin akan mengingatkanmu pada gado-gado, bukan? Benar sekali. Campuran semua isi tahu gimbal yang sudah siap disajikan akan diberi siraman bumbu kacang yang spesial karena dibuat dengan petis udang, membuat rasanya menjadi sangat kaya.

Saus kacang yang digunakan pada tahu gimbal ini memiliki konsistensi lebih cair atau encer daripada saus kacang biasanya.

Bagaimana, tertarik mencoba tahu gimbal? Menikmatinya akan semakin sempurna dengan kerupuk dan es teh tawar sebagai pelengkap! Wah, kamu pasti akan ingin lagi.

2. Tempe Mendoan

Siapa sih yang tidak mengenal tempe mendoan? Ini adalah salah satu kuliner khas dari Jawa Tengah yang sangat terkenal. Pada prinsipnya, tempe mendoan ini tidak jauh berbeda dengan tempe goreng lainnya, namun yang membedakannya adalah lapisan tepungnya.

Apa yang membedakan tempe mendoan dari tempe goreng tepung biasa terletak pada namanya, yaitu "mendoan", dan juga pada cara pembuatannya yang berbeda. Umumnya, tempe goreng tepung digoreng dalam minyak yang banyak dan dengan api besar sehingga lapisan tepungnya menjadi renyah.

Namun, berbeda halnya dengan tempe mendoan yang meskipun digoreng dengan banyak minyak dan api besar, tidak digoreng sampai lapisan tepungnya menjadi kering atau renyah sepenuhnya, melainkan setengah matang.

Tapi, tak perlu khawatir akan rasanya. Justru keunikan inilah yang membuat tempe mendoan sangat khas dan lezat, membuat siapa saja yang mencobanya akan ketagihan. Tak heran jika kuliner ini menjadi sangat populer baik di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.

3. Lumpia Semarang

Apakah kamu tahu mana ibu kota Jawa Tengah? Benar sekali, Semarang! Kota Semarang dikenal dengan beragam kuliner khasnya, dan salah satunya adalah lumpia Semarang. Makanan ini sering dijadikan camilan di berbagai acara besar.

Dengan kulit yang renyah, lumpia Semarang sangat digemari oleh banyak orang. Biasanya, lumpia disajikan bersama sambal kacang atau cabe rawit bagi yang menyukai pedas. Namun, lumpia ini sudah sangat lezat meskipun dimakan tanpa sambal atau cabe rawit.

Lumpia adalah jenis makanan tradisional dengan isi yang sangat bervariasi, mulai dari ayam, telur, sayuran, hingga udang. Memang, lumpia goreng bisa ditemukan di mana saja.

Namun, jika kamu berkesempatan berkunjung ke Semarang, jangan lewatkan untuk mencicipi makanan khas ini langsung dari tempat asalnya!

4. Tahu Petis

Bagi sebagian orang yang belum pernah mencicipi tahu petis, pasti merasa penasaran dengan kuliner unik ini. Mengapa harus makan tahu goreng dengan sambal petis yang khas dengan rasa gula merah dan pedasnya? Yuk, kita bahas lebih lanjut.

Di Semarang, tahu petis seringkali dijadikan camilan. Namun, tidak jarang juga para penduduk lokal menjadikan tahu Semarang dengan siraman saus petis ini sebagai pendamping nasi.

Nama "tahu petis" berasal dari bahan utamanya, yakni tahu kuning yang digoreng seperti biasa dan kemudian disiram dengan saus petis. Saus petis ini tidak dibuat dari gula merah dan kacang seperti pada rujak.

Tetapi, saus petis ini dibuat dari udang yang dimasak dalam waktu lama hingga teksturnya menjadi kental. Saus petis dapat dibuat menggunakan udang atau ikan, tergantung pada siapa yang membuatnya. Jika kamu berkunjung ke Semarang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba tahu Semarang ini!

5. Soto Kudus

Makanan yang dapat dijuluki sebagai comfort food ini. Dengan kuahnya yang hangat, soto Kudus memiliki banyak penggemar. Jika kamu mendengar namanya, pasti sudah bisa menebak bahwa kuliner ini berasal dari Kudus, sebuah daerah di Jawa Tengah.

Sebagai salah satu hidangan tradisional yang sangat populer. Sekarang, kamu tidak perlu pergi jauh ke Jawa Tengah untuk menikmatinya. Banyak cabang soto Kudus yang bisa ditemukan di wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Depok, Bandung, dan sekitarnya.

Soto Kudus biasanya disajikan dalam mangkuk kecil yang berisi potongan daging (bisa dari daging kerbau, ayam, atau sapi, tergantung pada penyedia), tauge, mie, daun seledri, bawang goreng, nasi, dan tentunya kuah bening yang khas.

Sebagai tambahan untuk makanan ini, biasanya disediakan perkedel, gorengan, dan sate telur puyuh. Kamu bisa memilih sesuai dengan selera kamu.

6. Mie Ongklok

Ketika berkeliling dan mengunjungi Jawa Tengah, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba mie ongklok. Mie ini dikenal akan kelezatannya di antara wisatawan, baik lokal maupun internasional.

Mie ongklok terbuat dari mie kuning yang direbus bersama dengan beragam bahan lainnya. Biasanya, mie ini disajikan dengan tambahan irisan kol dan daun kucai, dikenal dengan kuahnya yang sangat kental, berkat penggunaan tepung kanji yang membuat kuahnya begitu khas.

Meski kuahnya lebih kental dibandingkan dengan kuah mie pada umumnya, rasa kuah kental mie ongklok ini sangat menggugah selera. Anda dapat menambahkan tempe kemul, sate sapi, atau keripik tahu sebagai pelengkap untuk meningkatkan kenikmatannya.

Nama "ongklok" sendiri berasal dari cara memasak mie menggunakan ongklok, sebuah saringan dari bambu yang digunakan untuk merebus mie dalam kuah kentalnya, memberikan kuliner khas Jawa Tengah ini nama yang unik. Sudahkah Anda mencoba mie ongklok?

7. Nasi Gandul

Nasi gandul, atau Sego Gandul dalam bahasa Jawa, adalah makanan khas dari Pati, Jawa Tengah. Makanan ini pada pandangan pertama mirip dengan gulai dan semur daging sapi, namun juga memiliki elemen soto dan gulai dengan kuahnya yang berwarna kecokelatan serta rasanya yang gurih dan manis.

Kuliner khas dari Pati ini terkenal berkat Desa Gajahmati, sehingga sering kali disebut sebagai nasi gandul gajah mati, meskipun bukan berasal dari daerah tersebut. Namun, banyak pedagang yang menjual nasi gandul sering menggunakan nama gajah mati di spanduk mereka.

Saat berkunjung ke Jawa Tengah, jangan lupa mencicipi nasi gandul ini. Banyak tempat makan yang direkomendasikan untuk mencicipinya.

Warung Nasi Gandul Pak Meled adalah salah satu yang paling terkenal, berdiri sejak tahun 1955. Awalnya berjualan keliling, kini telah diwariskan secara turun-temurun dan berjualan di tempat tetap.

8. Soto Sokaraja

Salah satu makanan khas dari Jawa Tengah yang lainnya adalah soto sokaraja. Asal makanan ini dari daerah Purwokerto dan Banyumas di Jawa Tengah.

Soto yang berisi daging ini dihidangkan bersama lontong, taburan kerupuk kanji yang berwarna merah, dan dilumuri dengan sambal kacang yang sangat gurih.

Saat pertama kali mencoba soto sokaraja, kamu pasti akan langsung jatuh cinta dengan kegurihannya yang memikat. Keunikan rasanya ini berhasil menarik perhatian baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mencoba soto sokaraja.

Keistimewaan dari soto ini terletak pada sambal kacangnya yang tidak terlalu pedas, memungkinkan siapa saja untuk menambahkannya sesuai dengan keinginan tanpa khawatir akan kepedasannya.

Selain itu, pengalaman mencicipi soto sokaraja tidak akan lengkap tanpa kerupuk cantir berwarna merah muda. Kerupuk ini menjadi lembek ketika disiram dengan kuah panas soto sokaraja, menambah sensasi unik.

Bagi beberapa orang, kerupuk mungkin lebih enak dimakan saat masih garing untuk menambah tekstur pada makanan.

Namun, dalam soto sokaraja, kerupuk yang menjadi lembek karena disiram kuah ini justru menambah keunikan rasa yang membuat kuah soto semakin lezat dan menarik. Jadi, jangan sampai kamu melewatkan untuk mencoba kuliner yang satu ini.

9. Lontong Dakem

Kuliner Khas Jawa Tengah ini mungkin terdengar agak asing bagi sebagian orang karena makanan ini cukup legendaris. Lontong Dakem adalah hidangan khas dari Pemalang yang sangat direkomendasikan untuk dicoba saat berkunjung ke Jawa Tengah.

Nama "Lontong Dakem" berasal dari cara penyajiannya yang unik. Pertama-tama, lontong akan disiram dengan kuah santan yang panas dan gurih. Kemudian, proses penyiraman kuah ini akan diulang beberapa kali untuk membuat lontong menjadi hangat.

Setelah lontong cukup hangat, lontong tersebut akan diletakkan dalam mangkuk dan kembali disiram dengan kuah santan panas hingga seluruhnya terendam sempurna. Dalam bahasa setempat, "dekem" berarti terendam secara sempurna.

Maka dari itu, lontong dalam mangkuk akan benar-benar terendam sempurna sesuai dengan namanya. Kuah yang terbuat dari santan ini juga diperkaya dengan berbagai jenis rempah, membuatnya menjadi sangat kaya rasa dan sangat gurih.

Lontong ini sangat nikmat disantap ketika cuaca dingin, seperti di musim hujan atau di malam hari, memberikan kehangatan pada tubuh sehingga membuatmu merasa lebih nyaman.

10. Sate Bumbon

Ini adalah salah satu hidangan khas dari Jawa Tengah yang berupa sate. Dikenal sebagai sate Bumbon, kuliner ini menjadi ciri khas Kendal, Jawa Tengah yang cukup populer dan seringkali dicari oleh para wisatawan yang mengunjungi wilayah tersebut.

Keunikan sate ini terletak pada bahan dan proses pembuatannya yang berbeda dari sate pada umumnya. Sate ini dibuat dari daging sapi segar yang kemudian dibakar. Namun, sebelum dibakar, ada beberapa proses yang harus dilalui.

Salah satunya adalah proses pemberian bumbu yang kaya rempah-rempah, menghasilkan cita rasa yang mendalam dan daging yang menjadi lembut. Ini sesuai dengan namanya, "bumbon", yang berarti makanan yang diberi bumbu sebelum dibakar.

Sate bumbon menawarkan rasa yang sangat khas dan kuat dari rempah-rempah, namun tetap menyenangkan dan tidak membuat rasa menjadi terlalu berlebihan.

Sate bumbon biasanya disajikan dengan lontong atau nasi hangat, mirip dengan cara penyajian sate pada umumnya. Jadi, sudahkah Anda mencoba sate bumbon khas Kendal, Jawa Tengah? Jika belum, Anda pasti akan ketagihan setelah mencobanya.

11. Sate Klathak

Ini adalah salah satu hidangan khas dari Jawa Tengah yang juga banyak dicari oleh wisatawan. Tidak kalah populer dengan hidangan khas lainnya dari Jawa Tengah, sate klathak terbuat dari daging kambing muda.

Anda tidak perlu khawatir tentang bau khas kambing, karena daging kambing muda yang digunakan bebas dari aroma tidak sedap.

Lebih dari itu, daging kambing muda ini juga tidak menyebabkan masalah kolesterol bagi pemakannya. Keistimewaan sate ini terletak pada cara pengolahannya yang unik, di mana hanya menggunakan garam sebagai bumbunya.

Meskipun hanya dibumbui dengan garam, rasa dari sate ini sangat lezat, membuat banyak wisatawan tertarik untuk mencobanya.

12. Sate Ambal

Salah satu hidangan sate unggulan lainnya adalah sate ambal. Sate ambal, yang berasal dari Jawa Tengah, merupakan salah satu kuliner yang sangat direkomendasikan untuk dicoba. Khususnya dari Ambal, Kebumen, sate ini menjadi favorit banyak orang.

Sate ini dibuat dari daging ayam berkualitas yang dimarinasi dengan bumbu kuning. Pada pandangan pertama, sate ambal mungkin terlihat mirip dengan sate padang. Namun, kedua sate tersebut sebenarnya berbeda.

Bumbu kuning pada sate ambal dibuat dari tempe rebus yang telah dihaluskan. Ini memberikan tekstur unik pada sate dan menambah kekayaan rasa yang akan kamu rasakan saat mencicipinya.

 

Nah, itu tadi merupakan beragam kuliner  khas dari Jawa Tengah yang dapat kamu nikmati ketika kamu berkunjung ke Jawa Tengah di kesempatan berikutnya.